Pegiat literasi asal Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Vickyko Romana Putra, resmi dianugerahi penghargaan MADYA Award 2026 untuk kategori Education Award. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., pada malam penganugerahan yang berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Kaltara, Tanjung Selor, Senin malam (3/8).
MADYA Award 2026 merupakan ajang apresiasi tahunan yang diinisiasi oleh tim MADYA (Muda Berdaya Muda Berkarya) Bulungan. MADYA sendiri merupakan wadah pemberdayaan kepemudaan strategis yang berada di bawah naungan program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan guna menjaring serta mengapresiasi pemuda-pemudi berprestasi dan berdampak bagi daerah.
Sebelum berhasil mengamankan piala di kategori Education Award, Vickyko telah melewati serangkaian tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi berkas portofolio hingga wawancara mendalam bersama tim penilai independen.
Konsistensi Misi: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan
Keberhasilan Vickyko meraih penghargaan ini tidak lepas dari rekam jejak dedikasinya di dunia pendidikan nonformal dan literasi masyarakat selama lebih dari 6 tahun. Berawal dari niat tulus untuk memangkas ketimpangan akses baca di desa, ia memegang teguh filosofi juang: Tergerak, Bergerak, Menggerakkan.
Fase aksi nyatanya dimulai pada tahun 2018 dengan mendirikan Sanggar Belajar Rumah Pinktar yang menyediakan bimbingan belajar gratis, kelas Bahasa Inggris, dan literasi dasar bagi anak-anak desa. Langkah tersebut diekspansi pada tahun 2021 dengan mendirikan Perpustakaan Taruna Pustaka (Perpus Tarpus) di Desa Gunung Putih. Lewat Perpus Tarpus, Vickyko konsisten mengimplementasikan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) besutan Perpustakaan Nasional RI.
Tak berhenti di situ, ia meluncurkan berbagai inovasi ruang belajar lain seperti Digital Literacy Center Sengkuyung Network serta Taman Baca Dina Cendekia pada tahun 2023 untuk menjangkau pemustaka desa secara lebih luas.
Melalui semangat kolaborasi Pentahelix melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga media, gerakan literasi yang dipeloporinya tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca (seperti Read Aloud dan Pustaka Keliling), melainkan juga merambah pada pendampingan UMKM desa, pendaftaran NIB via OSS, hingga pelatihan literasi digital dan pembuatan aplikasi.
Dampak Nyata dan Resonansi Sosial
Dampak dari ekosistem literasi yang dibangun Vickyko tercermin jelas dari lahirnya berbagai karya dan prestasi anak muda serta warga lokal Desa Gunung Putih. Mulai dari anak-anak yang berhasil tampil berpuisi di tingkat nasional, ibu rumah tangga pelaku UMKM yang meraih Juara Nasional Teknologi Tepat Guna (TTG), hingga generasi muda desa yang berhasil menyabet gelar Putri Otonomi Kabupaten Bulungan.
AksesData Demografi
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda penerima MADYA Award 2026. Menurutnya, pemuda merupakan pilar utama pembangunan Kabupaten Bulungan yang adaptif dan inovatif.
Saat ditemui usai menerima penghargaan, Vickyko menyatakan bahwa piala MADYA Award 2026 ini bukanlah akhir dari perjalanannya, melainkan sebuah amanah untuk terus meluaskan manfaat literasi.