Kabar membanggakan datang dari Desa Gunung Putih, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Dua orang peternak lokal, Akrom dari RT 020 dan Robingan dari RT 001, mendapat kehormatan besar setelah sapi milik mereka terpilih untuk menjadi hewan qurban Presiden Republik Indonesia pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.
Pemilihan sapi qurban Presiden dilakukan dengan proses seleksi yang ketat oleh tim dari Sekretariat Presiden, bekerja sama dengan dinas terkait. Kedua sapi tersebut memenuhi kriteria ideal sebagai hewan qurban: sehat, tidak cacat, dan memiliki bobot lebih dari 1 ton. Setelah melalui pemeriksaan medis dan penilaian kualitas, sapi milik Akrom dan Robingan resmi dibeli untuk menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah qurban Presiden tahun ini.
"Kami merasa sangat terharu dan bersyukur. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa sapi yang kami pelihara di kampung bisa dibeli oleh Presiden," ujar Akrom. Ia mengaku bahwa sapi tersebut telah dipelihara dengan perawatan khusus didampingi Dinas terkait.
Hal senada disampaikan oleh Robingan, yang merasa bangga karena hasil kerja kerasnya sebagai peternak kecil mendapat pengakuan hingga ke tingkat nasional. "Ini menjadi bukti bahwa usaha peternak desa juga bisa dilirik dan dipercaya oleh negara," ujarnya.
Kepala Desa Gunung Putih menyampaikan apresiasi kepada Akrom dan Robingan atas pencapaian ini yang turut mengangkat nama desa di tingkat nasional. "Kami bangga. Ini membuktikan bahwa peternakan rakyat bisa bersaing dari segi kualitas. Semoga ini menjadi inspirasi bagi peternak lainnya di Desa Gunung Putih."
Rencananya, sapi qurban dari Desa Gunung Putih akan disalurkan ke salah satu masjid besar di ibu kota Provinsi untuk disembelih pada hari raya Idul Adha dan ke Sembakung, dan dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Momen ini menegaskan komitmen Presiden dalam mendukung peternakan lokal dan memberdayakan ekonomi desa di berbagai pelosok Nusantara.