Puluhan pemuda desa bersama tokoh agama dan Kepala Desa mengikuti kegiatan diskusi literasi digital dalam lingkup kerohanian bertajuk “Online Beradab, Offline Berakhlak” yang diselenggarakan pada Jumat, 2 Januari 2026, selepas salat Isya, bertempat di Halaman Perpustakaan Taruna Pustaka (Perpus Tarpus) Desa Gunung Putih.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Karang Taruna bidang Keagamaan, Nopi Teras, Perpus Tarpus, serta Ruang Komunitas Digital Sengkuyung Network. Sinergi lintas komunitas tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam membangun kesadaran pemuda terhadap pentingnya etika bermedia digital yang sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia.
Hadir sebagai pemateri utama, Ustadz Mochtar menyampaikan materi mengenai urgensi literasi digital berbasis kerohanian. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi dan media sosial harus diimbangi dengan sikap bijak, adab yang baik, serta tanggung jawab moral.
“Aktivitas kita di ruang digital adalah cerminan akhlak kita. Jika di dunia nyata kita dituntut beradab, maka di dunia maya pun seharusnya demikian,” ujar Ustadz Mochtar di hadapan peserta.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan santai, diwarnai dengan berbagai pertanyaan serta pandangan dari para pemuda terkait tantangan bermedia sosial, penyebaran informasi, hingga peran nilai keagamaan dalam menyikapi arus digitalisasi. Kehadiran tokoh agama dan Kepala Desa turut memperkaya perspektif serta memberikan penguatan moral dan dukungan terhadap kegiatan positif kepemudaan.
Kepala Desa Gunung Putih dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif para pemuda dan komunitas yang telah menghadirkan ruang diskusi edukatif di awal tahun 2026. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda desa.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan doa bersama sebagai refleksi dan harapan agar di awal tahun 2026, para pemuda mampu menjadi pribadi yang cakap digital, beretika, serta berakhlak mulia baik di dunia online maupun offline.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya literasi digital yang sehat, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai kerohanian di lingkungan masyarakat desa.