Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti Desa Gunung Putih, pada Sabtu (10/1/2026).
Paguyuban Sedulur Trenggalek Bulungan sukses menggelar acara "Doa Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit" sebagai wujud rasa syukur menyambut Tahun Baru 2026.
Ribuan penonton tumpah ruah dalam agenda pagelaran wayang kulit yang berlokasi di Desa Gunung Putih, Tanjung Palas.
Pertunjukan wayang kulit ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi akbar bagi warga perantauan.
Tidak hanya dihadiri oleh anggota paguyuban trenggalek, nyatanya pagelaran wayang kulit ini juga dihadiri oleh paguyuban lain.
Seperti Persaudaraan Sedulur Lamongan (Persela), FKKJ Kabupaten Bulungan, Pakuwaja Kabupaten Bulungan, Serikat Pemuda Jawa (SPJ), Ikatan Warga Banyuwangi, Paguyuban Jawa Barat dan Banten, Paguyuban Tulungagung, Ikatan Warga Bojonegoro, Arek Malang (AREMA), Forum Paguyuban Keluarga Demak, Paguyuban Ngawi, Paguyuban Blora, dan dihadiri Paguyuban Sedulur Trenggalek Kabupaten/Kota se-Provinsi Kalimantan Utara.
Acara doa bersama dipimpin oleh Ustadz Slamet Wahyudi, Ketua LDNU Kabupaten Bulungan.
Selain itu tampak Ketua DPRD Bulungan, Riyanto, turut serta menghadiri pagelaran wayang kulit dan doa bersama ini.
Riyanto tampil rapih dengan busana khas suku Jawa.
Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan surat sebidang tanah dari Bapak Fatokah, kepada Ketua Paguyuban Sedulur Trenggalek Bulungan.
Tanah tersebut dihibahkan khusus untuk pembangunan Sekretariat dan Rumah Singgah bagi warga paguyuban.
Ketua Paguyuban, Irfan Romadloni, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
Ia menyebut momentum tahun baru ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kepedulian sosial.
"Sebagai Ketua Paguyuban, saya mengajak kita semua untuk terus berinovasi, saling mendukung, dan menjaga semangat profesionalisme.
Mari jadikan tahun 2026 sebagai titik awal untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dan mempererat hubungan antar warga," ujar Irfan dengan penuh semangat.
Setelah prosesi doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Kiai Slamet dan sesi ramah tamah (Genduri), acara puncak yang dinanti-nanti pun tiba.
Pagelaran Wayang Kulit dibawakan oleh Ki Dalang Suwarni.
Alunan gamelan dan kepiawaian dalang dalam memainkan tokoh-tokoh wayang menyedot perhatian ribuan warga yang hadir.
Selain kepiawian sang Dalang memainkan tokoh-tokoh wayang, suara merdu sinden Cece Nyes menambah suasana 'kejawen' dalam kegiatan ini.
Disampaikan Irfan bahwa pagelaran ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang membawa pesan-pesan moral bagi masyarakat di awal tahun 2026 ini.
"Semoga tahun 2026 menjadi tahun yang penuh keberkahan bagi kita, khususnya untuk wilayah Kabupaten Bulungan. Persaudaraan, kerharmonisan tetap terjaga," ungkapnya.
"Semoga kita menjadi manusia yang selalu memegang teguh kebajikan, saling peduli dan peka terhadap kondisi sekitar," tandasnya.
https://kaltara.tribunnews.com/