Gunung Putih, 13 Juli 2025 — Perpustakaan Taruna Pustaka (Perpus Tarpus) Desa Gunung Putih merayakan ulang tahunnya yang ke-4 dengan penuh semarak dan antusiasme tinggi. Perayaan yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2025, diisi dengan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat lintas generasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda Literasi Kabupaten Bulungan, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulungan, Kepala Desa Gunung Putih, serta Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kabupaten Bulungan. Kehadiran para tokoh penting ini menjadi bukti nyata dukungan terhadap upaya membangun budaya literasi di tingkat desa.
Selama tiga hari, berbagai kegiatan digelar, mulai dari pembudayaan kegemaran membaca, workshop literasi, lomba-lomba literasi, hingga acara syukuran dan kemah literasi yang diikuti oleh pelajar dan relawan literasi. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam sambutannya, Bunda Literasi Kabupaten Bulungan menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi dan inovasi Perpus Tarpus dalam menciptakan ruang literasi yang inklusif dan inspiratif. "Empat tahun bukan waktu yang singkat. Perpus Tarpus telah membuktikan bahwa gerakan literasi desa bisa menjadi kekuatan perubahan sosial," ujarnya.
Kegiatan puncak ditutup secara meriah pada malam hari dengan penyalaan api unggun dan pertunjukan kembang api yang memukau. Suasana hangat dan penuh kebersamaan menjadi penanda akhir dari rangkaian perayaan yang sarat makna.
Dengan semangat “Sederhana, Istimewa”, Perpus Tarpus Desa Gunung Putih terus melangkah menjadi garda terdepan dalam membangun masyarakat yang cerdas, berdaya, dan berbudaya baca.
Kepala Perpus Tarpus, Vickyko Romana Putra berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan mendapatkan dukungan dari semua pihak. "Apa yang kami lakukan semua ini kami dedikasikan untuk masyarakat desa, demi terbentuknya ekosistem literasi dan generasi cerdas juga literat di desa:, tutupnya.