Perhelatan Temu MADYA dalam rangka Jambore Pemuda Kabupaten Bulungan 2025 menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan dan berkolaborasi dalam membangun Bulungan. Dalam kegiatan yang berlangsung selama rangkaian Festival MADYA tersebut, Vickyko Romana Putra, perwakilan pemuda dari Desa Gunung Putih, turut ambil bagian secara aktif khususnya pada sesi Simposium Pemuda dan Focus Group Discussion (FGD), Jumat-Sabtu (21-22/11) di Kantor Bupati Bulungan.
Pada sesi simposium, Vickyko menyampaikan sejumlah isu strategis yang dihadapi pemuda di tingkat desa maupun kabupaten. Ia menekankan bahwa pemuda perlu terlibat lebih kuat dalam sektor literasi, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas digital, serta penguatan komunitas berbasis desa. Menurutnya, sektor-sektor tersebut dapat menjadi pintu masuk dalam meningkatkan daya saing generasi muda Bulungan.
Melalui FGD, Vickyko juga memaparkan strategi program yang dapat dikembangkan oleh pemerintah desa maupun kabupaten. Usulan tersebut ia selaraskan dengan Visi dan Misi Bupati Bulungan serta arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bulungan, terutama pada fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan ruang kreatif bagi pemuda.
“Pemuda Bulungan, khususnya dari desa, harus mendapatkan ruang partisipasi yang lebih luas. Program MADYA adalah momentum untuk mewujudkan pemuda yang inovatif, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata. Gagasan-gagasan yang kita rumuskan hari ini harus bisa diterjemahkan menjadi program kerja yang berkelanjutan,” ujar Vickyko dalam sesi diskusi.
Partisipasi aktif pemuda dari berbagai desa, termasuk Desa Gunung Putih, menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam pemberdayaan generasi muda. Festival MADYA yang mengusung tema “Muda Berdaya, Muda Berkarya” diharapkan menjadi wadah konsolidasi pemikiran, kreativitas, dan kolaborasi lintas komunitas pemuda.
Dengan keterlibatannya dalam simposium dan FGD, Vickyko Romana Putra membawa aspirasi pemuda desa untuk disinergikan dengan agenda pembangunan daerah, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai motor perubahan menuju Bulungan yang berdaya saing dan berkelanjutan.