Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-65 Kabupaten Bulungan, ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat turut ambil bagian dalam Pawai Budaya Birau 2025 yang digelar di Kota Tanjung Selor. Kegiatan spektakuler ini menjadi salah satu rangkaian acara penutup Birau 2025, menampilkan kekayaan budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan masyarakat Bulungan.
Salah satu peserta yang tampil menonjol adalah Pemerintah Desa dan warga Desa Gunung Putih, yang turut memeriahkan pawai dengan menampilkan busana tradisional suku Jawa. Yang mana mayoritas penduduk Desa Gunung Putih adalah bersuku Jawa generasi transmigrasi pada tahun 1973 &1976 silam.
Rute pawai dimulai dari Lapangan Ahmad Yani, melewati kawasan Kampung Arab – Tepian Kayan Tanjung Selor, dan berakhir di Tugu Cinta Damai, ikon kebanggaan masyarakat Bulungan. Sepanjang perjalanan, ribuan warga memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan penampilan peserta yang menampilkan beragam budaya dari penjuru desa, kecamatan, hingga instansi pemerintahan dan organisasi masyarakat.
Rombongan Desa Gunung Putih tampil penuh semangat dengan mengenakan pakaian adat jawa, membawa simbol-simbol kearifan lokal yang mencerminkan kekayaan budaya desa. Tak hanya berpawai, peserta juga menampilkan tarian daerah dan yel-yel penyemangat yang mengundang tepuk tangan penonton di sepanjang rute.
Menurut Kepala Desa Gunung Putih, keikutsertaan dalam Pawai Budaya Birau 2025 merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam memperingati hari jadi Kabupaten Bulungan sekaligus mempererat rasa kebersamaan antarwarga.
“Kami merasa bangga bisa ikut memeriahkan Pawai Budaya ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Desa Gunung Putih sangat mencintai budaya lokal dan siap mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian tradisi,” ujar Samin, Kepala Desa.
Selain perangkat desa, kegiatan ini juga diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, kelompok ibu PKK, serta perwakilan pelajar dari Gunung Putih. Mereka berbaur dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan, membawa pesan persatuan dan cinta budaya.
Partisipasi masyarakat Desa Gunung Putih dalam Pawai Budaya Birau 2025 bukan hanya sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian nilai-nilai gotong royong, kekompakan, dan identitas daerah. Masyarakat bergotong royong mempersiapkan kostum, properti, serta latihan penampilan beberapa hari sebelum acara berlangsung.
“Kami senang bisa ikut serta. Ini bukan hanya hiburan, tapi juga sarana memperkenalkan budaya desa kami kepada masyarakat luas,” ujar Cici Dina, salah satu peserta pawai dari kelompok pemuda.
Rangkaian kegiatan Birau 2025 termasuk pawai budaya ini menjadi simbol semangat pembangunan dan pelestarian budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Bulungan mengapresiasi seluruh pihak yang berpartisipasi dan berharap kegiatan semacam ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas daerah.
Pawai Budaya Birau 2025 berakhir di Tugu Cinta Damai, di mana seluruh peserta disambut dengan meriah oleh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah. Suasana penuh warna, sorak sorai, dan rasa bangga mewarnai momen penutupan hari itu — menjadi kenangan indah bagi seluruh peserta, termasuk Pemerintah dan warga Desa Gunung Putih yang telah memberikan penampilan terbaik mereka.