Pemdes Gunung Putih melalui Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW tahun 1446 Hijriah dengan penuh semangat dan khidmat. Acara yang diselenggarakan di Pendopo Desa ini dihadiri oleh warga desa dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama, perangkat desa, serta kelompok pengajian dan hadrah. Peringatan kali ini tidak hanya menjadi momen penting dalam memperingati perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali ukhuwah islamiyah dan meningkatkan spiritualitas warga desa.
Tausiyah Agama oleh Kepala KUA Tanjung Palas
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Gunung Putih, Samin, yang menyampaikan pentingnya mengenang peristiwa Isra' Mi'raj sebagai bagian dari penguatan iman umat Islam. “Isra' Mi'raj adalah salah satu peristiwa yang mengajarkan kita tentang pentingnya salat sebagai tiang agama dan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujar Samin.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan tausiyah agama yang disampaikan oleh Kepala KUA Tanjung Palas, H. Muhammad Sholeh, S.H.I. Dalam ceramahnya, H. Muhammad Sholehmengajak seluruh jamaah untuk merenungkan makna mendalam dari perjalanan malam Nabi Muhammad SAW yang luar biasa, yakni Isra' Mi'raj. Menurutnya, peristiwa ini bukan hanya menjadi pengingat akan kewajiban salat, tetapi juga menegaskan bahwa salat adalah tiang agama yang menjadi penghubung langsung antara hamba dengan Allah.
“Isra' Mi'raj mengajarkan kita bahwa salat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Nabi Muhammad SAW, yang telah menerima wahyu langsung dari Allah, menunjukkan kepada kita betapa pentingnya salat dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah kita,” ujar H. Muhammad Sholeh dengan penuh semangat.
Sholawat Bersama Kelompok Hadrah Al-Hidayah Gunung Putih
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan penampilan sholawat bersama yang dibawakan oleh Kelompok Hadrah Al-Hidayah Desa Gunung Putih. Suara merdu dan harmonis dari kelompok hadrah yang terdiri dari para pemuda desa ini menyambut dengan penuh suka cita. Sholawat yang mereka lantunkan, seperti “Sholawat Badar” dan “Ya Nabi Salam Alaika,” membawa suasana penuh ketenangan dan kedamaian.
Sholawat bersama ini bukan hanya sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan di kalangan masyarakat. Para jamaah tampak larut dalam setiap bait sholawat yang dilantunkan, menciptakan suasana penuh berkah dan keberkahan.
Doa Bersama dan Penutupan
Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Imam Masjid Al-Munawarah, yang dipanjatkan untuk keselamatan umat Islam, kemakmuran desa, dan kesejahteraan seluruh masyarakat. Doa juga ditujukan agar Allah SWT memberikan kekuatan iman kepada seluruh warga Desa Gunung Putih dan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya.
“Kami berharap agar peringatan Isra' Mi'raj ini dapat membawa dampak positif bagi kita semua. Semoga kita dapat lebih mendalami makna salat, memperbaiki hubungan kita dengan Allah, serta meningkatkan kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ungkap Kepala Desa Samin di akhir acara.
Harapan untuk Masyarakat Desa Gunung Putih
Peringatan Isra' Mi'raj di Desa Gunung Putih tahun 1446 H ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat iman dan mempererat ukhuwah antarwarga. Melalui acara ini, masyarakat diingatkan kembali akan pentingnya salat sebagai ibadah utama dalam Islam dan menjadi pengingat bagi setiap individu untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, peringatan Isra' Mi'raj di Desa Gunung Putih tahun ini diharapkan dapat memberi berkah bagi seluruh warga, menjadikan desa lebih harmonis, dan meningkatkan kualitas ibadah di setiap rumah tangga.