Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat berbasis teknologi, Desa Gunung Putih resmi mengembangkan aplikasi digital bernama SIPANDUNAWA (Sistem Pencatatan Posyandu Bina Waluyo). Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendukung pencatatan data kesehatan sasaran Posyandu Bina Waluyo secara lebih mudah, cepat, dan akurat.
Pengembangan SIPANDUNAWA merupakan hasil nyata dari kegiatan pelatihan digital yang diadakan di Perpustakaan Taruna Pustaka Desa Gunung Putih dan Ruang Komunitas Digital Desa, sebagai bagian dari inisiatif transformasi digital desa. Pelatihan ini melibatkan kader posyandu, pemuda desa, serta perangkat desa yang memiliki minat dalam teknologi informasi.
Aplikasi SIPANDUNAWA berisi form pencatatan digital yang mencakup berbagai data penting seperti pertumbuhan balita, status gizi, imunisasi, kesehatan ibu hamil, dan catatan kunjungan lainnya. Seluruh data tersimpan secara digital dan dapat diakses secara efisien oleh kader kesehatan untuk monitoring dan evaluasi.
Kepala Perpustakaan yang juga ketua pengelola Ruang Komunitas Digital Desa, Vickyko menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjawab tantangan dalam pengelolaan data kesehatan yang selama ini masih dilakukan secara manual. “SIPANDUNAWA adalah langkah awal kita menuju sistem pelayanan posyandu yang lebih modern dan berbasis data. Ini juga menjadi bukti bahwa digitalisasi bisa dimulai dari desa, oleh desa, dan untuk desa,” ungkapnya.
Selain memudahkan kader posyandu dalam pencatatan dan pelaporan, aplikasi ini juga diharapkan dapat mendukung program-program kesehatan dari puskesmas dan instansi terkait secara lebih tepat sasaran.
Rencananya, SIPANDUNAWA akan terus dikembangkan dengan fitur-fitur tambahan seperti notifikasi jadwal posyandu, integrasi dengan data kesehatan desa, hingga dashboard laporan untuk pemantauan berkala.
Dengan adanya inovasi ini, Desa Gunung Putih menegaskan perannya sebagai desa yang adaptif terhadap teknologi dan terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakatnya.